Puasa Mendidik Nafsu Yang Degil

Assalamualaikum.

Bulan Ramadhan Al-Mubarak sudah semakin menghampiri kita. Bulan Ramadhan yang penuh keberkatan ini akan mendidik kembali nafsu manusia yang sering bermaharajalela dalam diri manusia sepanjang tahun. Puasa akan mendidik kembali nafsu manusia kerana nafsu sangat degil dan susah untuk tunduk kepada perintah Allah sejak ia mula-mula diciptakan lagi. Sebagai orang yang beriman, bulan Ramadhan adalah bulan yang diperintahkan untuk berpuasa dan mendidik nafsu supaya mengikut perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.

Di sini saya ingin berkongsi mengenai kisah akal yang mudah tunduk kepada perintah Allah dan nafsu yang sangat degil untuk tunduk kepada perintah Allah semasa ia mula-mula diciptakan oleh Allah.

Sesungguhnya Allah telah menciptakan akal, maka Allah telah berfirman yang bermaksud: “Wahai akal mengadaplah engkau.” Maka akal pun mengadap kehadapan Allah, kemudian Allah berfirman yang bermaksud  “Wahai akal berbaliklah engkau!”, lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah berfirman lagi yang bermaksud: “Wahai akal! Siapakah aku?”. Lalu akal pun berkata, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.” Lalu Allah berfirman yang bermaksud: “Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.”

Setelah itu Allah menciptakan pula nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud: “Wahai nafsu, mengadaplah kamu!”. Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri.

Kemudian Allah berfirman lagi yang bermaksud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”

Setelah itu Allah menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah berfirman yang bermaksud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.”

Lalu Allah menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu” selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah berfirman yang bermaksud: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, “Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku.”

Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahwa nafsu itu adalah sangat degil  dan engkar kepada perintah Allah. Oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu yang berada dalam diri kita itu, jangan biarkan nafsu itu yang mengawal diri kita, sebab kalau nafsu yang mengawal  dan membawa kita ke arah keburukan kita maka kita akan mendapat kemurkaan dari Allah.

Berpuasa adalah cara untuk mendidik dan menundukkan nafsu yang degil. Apabila berpuasa, kita tidak mengikut keinginan nafsu seperti makan dan minum sebaliknya kita mengikut perintah Allah supaya berpuasa di bulan Ramadhan. Maka dengan itu, nafsu telah dididik untuk berpuasa dan mengikut segala perintah Allah. Gunakan sebaiknya bulan Ramadhan yang bakal tiba untuk mendidik nafsu yang degil ini supaya kita akan mendapat banyak keberkatan di bulan Ramadhan kali ini.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comments

Komen

19 Comments for Puasa Mendidik Nafsu Yang Degil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge